KATA PENGANTAR
Alkhamdulilah puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT karena hanya dengan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Bahasa Indonesia dikalangan Remaja”. Salawat serta salam tidak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita, Rasullulah SAW beserta keluarga, sahabat dan umatnya sampai hari kiamat nanti.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa dalam proses penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari peran dan pemikiran serta intervensi dari banyak pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Disini penulis membahas mengenai Bahasa Indonesia dikalangan remaja. Bahasa Indonesia dikalangan remaja ini memberikan penjelasan tentang bagaimana remaja saat ini menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dikehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia yang baik dan benar telah lama di abaikan oleh sebagia besar remaja, karena yang sering terdengar adalah bahasa prokem. Diharapkan dengan mempelajari makalah ini nantinya generasi muda akan menegakan apa yang menjadi isi dari sumpah pemuda. Bahwa berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia khususnya remaja tidak mungkin bekerja sama tanpa bahasa. Bahasa itu dipergunakan untuk berbagai keperluan dalam berbagai lapangan kehidupan. Setiap bahasa digunakan manusia untuk berkomunikasi dan bekerjasama. Karena kelompok manusia itu banyak ragamnya, maka mempunyai variasi-variasi. Pada kesempatan ini akan dibicarakan salah satu variasi bahasa yaitu bahasa yang digunakan kaum remaja dan bahasa Indonesia dikalangan remaja.
Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin maju, perkembangan tehnologi yang semakin pesat dan berkembangnya pola pikir remaja saat ini. Mengakibatkan penggunaan bahasa Indonesia dalam berkomukasi dikalangan remaja tidak sesuain dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Remaja justru berdiri sendiri dengan kebanggaanya yang sering disebut dengan bahasa prokemnya.
Bahasa prokem merupakan bahasa yang hanya dipakai para pemuda, remaja yang digunakan seenaknya dan tidak dapat dipahami masyarakat umum, atau dapat disebut juga bahasa gaul. Hal inilah yang sangat merisaukan masyarakat yang sama sekali tidak paham akan bahasa remaja ini sehingga menganggap bahwa mereka merusak bahasa Indonesia baku. Bahasa remaja memang tidak pernah tetap, atau dengan katalain selalu berganti-ganti, sesuai dengan sifat remaja itu sendiri yang memang belum mapan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah penggunaan bahasa Indonesia dikalangan remaja pada saat ini ?
2. Apasajakah faktor-faktor yang mempengaruhi remaja tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar ?
3. Bagaimanakah cara-cara untuk meningkatkan minat remaja untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana penggunaan bahasa Indonesia dikalangan remaja saat ini.
2. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi remaja tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
3. Untuk mengetahui dan memahami cara-cara meningkatkan minat untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penggunaan Bahasa Indonesia dikalangan Remaja pada saat ini
Didalam masyarakat saat ini telah berkembang dan banyak yang menyatakan pendapat bahwa para remaja kita dengan bahasa prokemnya telah merusak bahasa Indonesia yang baik dan benar[1]. Perkembangan bahasa prokem atau bahasa yang hanya dipakai para pemuda. Remaja yang menggunakan seenaknya dan tidak dapat dipahami masyarakat umum, atau dapat disebut juga bahasa gaul.
Mulai dari remaja ditinggakat sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas sampai para mahasiswa atau mahasiswi. Sebagian besar dari mereka saat berkomunikasi telah jauh dari susunan keindonesiaan yang baik dan benar, walaupun seperti yang kita ketahui mereka semua berada dalam kalangan akademik yang masih mendapatkan pendidikan. Tetapi pada kenyataannya bahasa Indonesia yang telah disusun rapi dengan EYD telah jauh dilupakan.
Menurut Jay Bimo remaja yang kuper atau kurang pergaulan misalnya, “si kutu buku” dan “si anaak ibu”, tidak mengenal bahasa prokem kebanyakan dari mereka masih alami dalam penggunaan bahsa Indonesia artinya bahasa yang digunakan masih mengandung unsur-unsur kebahsaan yang baik dan benar. Sebaliknya dengan remaja yang dikatakan “gaul”, mereka cenderung kental dengan bahasa prokemnya.[2] Pada dasarnya penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja saat ini hampir sudah tidak ada yang menggunakannya dengan benar. Sedikit sekali remaja yang menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Selang waktu yang berjalan, pengguna bahasa Indonesia dengan benar telah di geser dengan bahasa-bahasa yang tidak di kenal. Dikarenakan datangnya penduduk luar negeri ke dalam negeri, yang membaur bahasa Indonesia dengan bahasa asing[3]. Ini merupakan tingkatan yang memprihatinkan. Karena seperti yang kita ketahui mereka lebih bangga dengan bahasa asing, gaul dan prokemnya yang secara langsung atau tidak langsung merusak bahasa Indonesia yang baik dan benar, atau untuk kalangan akademik yang seharusnya bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar tetapi pada kenyataanya mereka justru kental dengan bahsa asingnya, bahsa daerahnya ban bahasa gaulnya dalam suasanya formal sekalipun.
Itu disebabkan karena pengaruh globalisasi, media masa dan pengaruh semakin banyaknya orang asing yang berada di Indonesia secara langsung atau tidak langsung telah mempengaruhi bagaimana remaja berkomunikasi. Pengaruh globalisasi membawa dampak negatif bagi remaja dalam hal kebahasaan yaitu tercermin pada perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan bahasa Indonesia dan terbiasa menggunakan bahasa gaul atau bahasa prokem. Sedangkan dari media masa dan dari pengaruh semakin banyaknya orang asing yang berada di Indonesia membawa dampak berkembangnya bahasa asing dikalangan remaja yang tidak jelas penggunaanya dan sulit dipahami masyarakat.
Dari pengaruh tersebut didapatkan tiga bahasa yang digunakan remaja saat ini, yaitu yang pertama bahasa prokem atau bahasa gaul merupakan bahasa yang digunakan dikalangan pemuda ataupun remaja yang dalam penggunaan bahasa seenaknya sendiri sehingga masyarakat tidak dapat memehaminya dalam proses komunikasi. Bahasa gaul merupakan bahasa yang digunakan dikalangan remaja karena pengaruh arus globalisasi. Bahasa gaul juga merupakan ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1970-an yang kemudian digantikan oleh ragam yang disebut sebagai bahasa gaul, bahasa karena pengaruh waktu. Dan yang kedua yaitu bahasa asing, bahasa asing merupakan bahasa yang tidak digunakan oleh orang yang tinggal di sebuah tempat yang tertentu misalnya, bahasa Indonesia dianggap sebagai sebuah bahasa yang asing di Australia. bahasa asing juga merupakan sebuah bahasa yang tidak digunakan di tanah air atau negara asal seseorang. Sangat disayangkan bahwa bahasa asing terutama bahasa Inggris telah memperkaya kosakata bahasa Indonesia dan yangtidak dapat dipungkiri lagi banyak diantara mereka yang menuliskan kosakata asing padahal kosakata itu telah di Idonesiakan.[4] Dan yang ketiga yaitu bahasa daerah yang merupakan warisan budaya dari daerahnya masing-masing diwilayah Indonesia. Bahasa daerah merupakan identitas dari daerahnya masing-masing. Indonesia kaya akan bahasa daerah, tetapi seperti yang kita ketahui penggunaannya terkadang tidak sesuai pada waktunya. Remaja yang derada dalam suasana formal dan lingkungan akedemik seharusnya menggunakan bahasa Indonesia dngan baik dan benar tetapi pada kenyataannya mereka masih membawa bahsanya asalnya atau bahasa daerah.
B. Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Remaja Tidak Menggunakan Bahasa Indonesia dengan Baik dan
Benar
Bahasa indonesia tidak
digunakan sebagaimana mestinya dikarenakan beberapa faktor antara lain :
1.
Faktor dari dalam
a.
Pengaruh lingkungan sekitar, bertujuan untuk gaya dan tidak kuper
b.
Budaya
c.
Jejaring sosial misal, facebook, twitter, saling sapa, mig33,
dan lain-lain
d.
Media masa, dll.
2.
Faktor dari
luar
a.
Globalisasi
b. Semakin banyaknya wisatawan asing yang berada di Indonesia.
Dari faktor-faktor diatas sehingga
muncul berbagai bahasa yang digakan para remaja diataranya seperti ang sudah
disebutkan diatas, yaitu bahasa gaul, bahasa asing dan bahasa daerah. Dan
penggunaan bahasa gaul, asing maupun bahasa daerah dikalangan remaja
menimbulkan berbagai dampak. Dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif
dari penggunaan bahasa gaul diantaranya adalah :
1. Komunikasi
akan lancar antara remaja yang sudah terbiasa dengan bahasa gaul
2. Membuat
remaja percaya iri jika berada dikomunitas anak-anak gaul.
Dampak negatif dari penggunaan bahasa gaul adalah :
1.
Ketenaran atau keterkenalan bahasa Indonesia terancam terpinggirkan oleh bahasa
gaul.
2.
Kumunikasi kurang berjalan dengan lancar karena bahasa sulit dipahami.
3.
Menurunnya derajat bahasa Indonesia.
Dampak positif dari penggunaan bahasa asing
diantaranya adalah :
1.
Misal bahasa Inggris , karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional
2.
Dengan mempelajari bahasa Inggris menjadi bekal untuk interview jika mencari
pekerjaan[5]
3.
Transfer ilmu akan lebih mudah jika banyak orang yang bisa berbahasa Inggris
4.
Menguntungkan dalam berbagai kegiatan (pergaulan internasional, bisnis,
sekolah)
5.
Menambah ilmu pengetahuan.
Dampak negatif dari penggunaan bahasa asing adalah
:
1.
Mengurangi kekaedahan dan keabsahan bahasa Indonesia
2.
Remaja lama kelamaan akan lupa kalau bahasa Indonesia merupakan bahasa
persatuan
3.
Mampu melunturkan semangat nasionalisme dan sikap bangga pada bahasa dan budaya
sendiri
4.
Dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Dampak positif dari penggunaan bahasa daerah
diantaranya adalah
1.
Sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia
2.
Sebagai identitas dan ciri khas dari suatu suku dan daerah
3.
Menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi.
Dampak negatif dari penggunaan bahasa daerah adalah
:
1.
Sulit dipahami oleh daerah lain
2.
Warga negara asing yang ingin belajar bahasa Indonesia menjadi kesulitan karena
terlalu banyak kosakata
3.
Remaja kurang paham dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena
sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah
4.
Dapat menimbulkan kesalahpahaman.
C. Cara-cara
untuk Meningkatkan Minat Remaja untuk Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik
dan Benar
Beberapa cara yang dapat
dilakukan untuk mningkatkan minat para remaja kita agar menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar diantaranya adalah :
1.
Memotivasi diri sendiri
2.
Merasa bangga dengan bahasa indonesia sebagai bahasa kesatuan
3.
Penyuluhan akan pentingnya kebanggaan berbahasa Indonesia di kalangan remaja
4.
Pemerintah harus bertindak tegas mengenai masuknya bahasa asing ke dalam bahasa
indonesia.
5.
Pemerintah juga harus memberi batasan-batasan akan bahasa serapan dan
memberi kajian terhadap bahasa Indonesia agar tidak terkontaminasi dengan
bahasa lain.
Dari cara-cara diatas pada
intinya harus ada tindakan nyata dari diri sendiri, masyarakan dan pemerintah.
Karena itu merupakan elemen pentig untuk perubahan. Agar remaja, masyarakat dan
pemerintah Indonesia memiliki rasa bangga akan bahasanya sendiri. Bahasa
Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa, sebagai identitas bangsa Indonesia dan
sebagai lambang kebanggaan nasional.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja saat ini hampir sudah tidak ada yang menggunakannya dengan benar. Sedikit sekali remaja yang menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Selang waktu yang berjalan, pengguna bahasa Indonesia dengan benar telah di geser dengan bahasa-bahasa yang tidak di kenal. Dikarenakan datangnya penduduk luar negeri ke dalam negeri, yang membaur bahasa Indonesia dengan bahasa asing.
Bahasa yang digunakan remaja pada saat ini diantaranya adalah bahasa prokem atau bahasa gaul, bahasa asing dan bahasa daerah. Bahasa indonesia tidak digunakan sebagaimana mestinya dikarenakan beberapa faktor antara lain faktor dari luar dan faktor dari dalam. Penggunaan bahasa gaul, asing maupun bahasa daerah dikalangan remaja menimbulkan berbagai dampak. Dampak positif dan dampak negatif.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan minat para remaja kita agar menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar adala tindakan nyata dari diri sendiri, masyarakan dan pemerintah.
Karena itu merupakan elemen penting untuk perubahan. Agar remaja, masyarakat
dan pemerintah indonesia memiliki rasa bangga akan bahasanya sendiri. Bahasa
Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa, sebagai identitas bangsa Indonesia dan
sebagai lambang kebanggaan nasional.
B. Saran
Karena remaja merupakan agen perubahan suadah seharusnya kita sebagai remaja saat ini menggunakan bahasa Indonesia yang benar sesuai dengan situasi dan kondisi dan sesuai dengan kaedah yang elah disempurnakan. Dimana kita sedang berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Karena apa, karena bahasa Indonesia merupakan identitas kebanggaan bangsa Indonesia dan merupaka alat pemersatu.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 1993.Pembakuan Bahasa Indonesia.Jakarta:PT. Rineka Cipta.
Rahmatarifin,2011.Dampak positif dan negatif penggunaan bahasa gaul dan asing. dalam Rahmatarifin.wordpress.com. diunduh pada Jumat, 4 Mei 2012 pukul 08.03.
Salliyanti.2003. Bahasa Prokem Di Kalangan Remaja. Dalam Salliyanti.blogspot.com. diunduh pada Jumat, 4 Mei 2012 pukul 08.35.
Sugihastuti.2003.Bahasa Indonesia Dari Awam Mahasiswa sampai Wartawan.Yogyakarta:Gama Media.
Witriani.2012. English Made Simple.Yogyakarta:SUKA Press.
0 komentar:
Posting Komentar